Cara mendapatkan banyak siswa bagi sekolah baru bisa dimulai dengan tips branding berikut ini, tips bagaimana sekolah baru seharusnya melakukan branding. Branding sendiri merupakan bagian penting dari sebuah marketing, apapun produk dan jenis usahanya, termasuk sekolah, jika tidak melakukan branding maka sekolah tersebut tidak pernah berniat memasarkan sekolahnya, kalau sudah begini jangan mengeluh ketika tidak memperoleh siswa baru dengan jumlah yang signifikan.
To de poin saja, yang akan kita bicarakan disini adalah branding bagi sekolah baru, yang dimaksud dekolah baru disini adalah sekolah yang benar-benar baru berdiri atau sekolah yang baru beberapa tahun berdiri.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan, dan dipahami tentunya oleh pengelola sekolah baru adalah, kemampuan menganalisa pasar, memahami kelebih dan kekurangan yang dimiliki, serta paham betul dengan produk sekolah yang akan dijual ke khalayak ramai.
Ini belum ke hal-hal teknis semacam properti branding yang bersifat artistik yang nantinya akan di publish ke khalayak ramai melalui berbagai flatform media, atau melalui ruang publik yang berifat konvensional sebagaimana pada umumnya sebah branding.
Tujuan branding kita adalah, memperkenalkan sekolah ke khalayak ramai masyarakat di lingkungan tempat sekolah kita berada. Tujuannya sudah tentu, jelas, ingin mendapatkan siswa baru yang signifikan.
Kita mulai masuk ke tips yang bisa dilakukan oleh sekolah baru dalam melakukan branding.
1. Branding Fasilitas atau Biaya
Ada dua hal yang bisa dijadikan kunci sukses branding sekolah, yaitu branding fasilitisa sekolah, dan biaya murah. Silahkan pilih yang mana, apakah anda akan mempromosikan sekolah anda dengan melalui janji fasilitas atau biaya murah. Atau duaduanya, fasiltas dan biaya murah. Jika sekolah baru yang anda rintis memiliki fasilitas yang baik dan cukup, anda bisa membranding bagian yang ini. Tapi jika sekolah baru yang anda rintis hanya bermodal semangat dan gedung alakadarnya, maka pilihannya adalah pada biaya murah, kalau bisa gratis sekalian, jadi yang di branding adalah biaya.
Orang tua umumnya melihat biaya dulu, sebelum ke fasilitas. Tapi lagi-lagi tergantung di lingkungan mana sekolah anda berdiri. Kalau dilingkungan perumahan yang notabene kebanyakan penduduknya kelas menengah, biasanya yang dilihat fasilitas dan sdm. Tapi kalau di lingkungan masyarakat yang mayoritas level ekonominya menengah kebawah, yang paling penting bagi mereka adalah kelonggaran biaya, maka untuk level ini biaya gratis menjadi informasi yang paling mereka cari.
Saran saya sih, untuk sekolah baru di level masyarakat kebanyakan, mending branding Biaya Gratis saja.
Kejar dulu kuantitas siswanya, sampai memenuhi standar jumlah yang sangat-sangat signifikan yang nantinya menjadi jumlah yang bisa anda jadikan alat branding untuk mendapatkan bantuan dan subsidi biaya bantuan baik dari pemerintah maupun perusahaan. Karena ukuran besaran nominal bantuan berkolerasi dengan jumlah siswa, saya yakin semua pengelola paham. Makin banyak jumlah siswa maka makin banyak jumlah nominal bantuan operasional (BOS), dan ini bisa menutupi biaya operasional sekolah sekalipun sekolah yang anda kelola gratis.
2. Branding Program Unggulan dan Dibuktikan berjalannya program unggulan tersebut
Branding yang kedua, yang bisa dilakukan sekolah baru, yaitu meng-Up program unggulan sekolah. Apa sih program unggulan yang mau dijadikan program best seller sekolah, ini perlu dikaji dan diruuskan bersama manajemen pengelola sekolah. Buatlah program unggulan yang "mengena" dihati para orang tua siswa dan manfaatnya bisa dirasakan siswa dan orang tua.
Jika anda sudah yakin dengan program unggulan tersebut bisa menjadi best seller program sekolah, buktikan bahwa program tersebut berjalan sebagaimana mestinya yang anda Up ke publik. Kelola dengan baik sampai menghasilkan prestasi, yang dimaskud prestasi disini, artinya diminati dan memperoleh apresisasi dari siswa dan ini berjalan terus menerus dengan pengelolaan yang the best.
Kalau program semacam ini sudah berjalan, jangan khwatir dengan siapa yang akan menjadi brand ambasadornya, seluruh siswa akan menjadi relawam militan dalam melakukan promosi-promosi masiv melalui medsos, dan seluruh siswa inilah brand ambasadornya.
3. Teknis Brandingnya Yang Ini lebih Masiv
Banyak cara melakukan branding, faktor biaya memang menentukan kualitas dan keberhasilan branding sekolah baru. Tapi biaya minim bukan berarti tidak bisa melakukan branding. Kita kesampingkan dulu ngomongin biaya gede untuk branding, kalau punya banyak biaya semua tips ini tidak penting tentunya.
Seluruh slot potensi orang-orang di level organisasi dan masyarakat bisa menjadi target ambasador branding.
Anda bisa mendekati kepala sekolah inputan yang menurut anda potensial akan mendatangkan siswa baru ke sekolah anda, selain kepala sekolah perkuat pula dengan merapat ke para wali kelas di sekolah sumber inputan siswa baru tersebut, rapatkan lagi dengan para pentolan (baca siswa yang memiliki masa, bisa ketua kelas, dan seterusnya). Ini untuk level sekolah inputan, target nomor satu tentunya.
Anda juga bisa mengumpulkan para pentolan masyarakat di lingkungan tempat sekolah anda berada, bisa mengundang para RW, RT dan Tokoh Masyarakat, bahkan ketua Ormas. Ajak ngopi bareng sambil membicarakan program sekolah anda, dan meminta bantuannya dari mereka untuk mengajak para orang tua memasukan siswanya di sekolah anda dengan biaya gratis tentunya.
Anda juga bisa masuk ke kegiatan masyarakat, misalnya pengajian bapak-bapak atau ibu-ibu, disana anda bisa memperkenalkan sekoah anda, branding biaya gratis jangan sampai lupa. Pilih salah satu orang yang berpengaruh di pengajian tersebut, ajak kerjasama untuk mengajak siswa baru mendaftar di sekolah anda dengan biaya gratis.
Ada banyak organisasi masyarakat yang bisa anda ajak kerjasama dalam mem-Brand dan menjadi brand ambasador sekaligus sumber penggerak dalam mengajak siswa baru ke sekolah anda,
>RW
> RT
> Ormas
> Karang Taruna
> Organisasi Pemuda
> Tokoh Masyarakat
> Tokoh Pemuda
> Ibu-ibu PKK
> Ibu-ibu Mashur (populer dikalangannya)
dan seterusnya, anda bisa membuat lis, dan mengajaknya bekerjasama. Tentu kemampuan tim anda berkomunikasi sangat menentukan keberhasilan menggandeng mereka untuk mau menjadi penggerak yang menguntungkan bagi sekolah anda.
Tim ya, untuk urusan seperti ini diperlukan tim branding sekolah yang solid dan masiv mau turun langsung ke lapangan tanpa kenal cuaca cerah ataupun mendung hehe.
Selain yang sifatnya on the way, turun langsung ke lapangan, tentu kita tidak bisa menapikan kehadiran media sosial memberi dampak potensial terhadap datangnya siswa baru ke sekolah baru yang kita kelola.
Gunakanlah sebaik-baiknya medsos untuk menjadi media sumber promosi dan branding sekolahan anda, rajin-rajinlah posting stiker promosi dan seterusnya. Untuk yang seperti ini anda juga harus memiliki orang-orang yang paham medsos, yang paham caranya branding di medsos, yang paham cara membuat konten branding di medsos.
Lagi-lagi Tim, iya tim.
Nah demikain tips bagaimana branding untuk mendapatkan banyak siswa baru kali ini, masih banyak kekurangannya tentunya jika di sinkronkan dengan kenyataan sebenarnya brandig di lapangan, terutama bagi anda yang sudah makan asam garamnya branding sekolah. Tapi setidaknya tips ini sudah saya coba bersama rekan-rekan dalam mem-brand sekolah baru dan hasilnya cukup signifikan banget. Terimakasih sudah mau membaca artikel sederhana ini, semoga bermanfaat!
Masih satu topik: